Senin, 05 Juli 2021

TUGAS MANDIRI 06 ORGANISASI DAN SISTEM KOMPUTER KAMPUS MILENIAL ITBI

Nama              : Junita Simanjuntak

Kelas               : Pagi

Prodi              : D3 Akuntansi

 

 

 

 

1.    Set instruksi adalah suatu perintah yang diberikan kepada sebuah PC ataupun CPU guna menjalankan sebuah OS ( Operating System ) dari suatu CPU tersebut.Set instruksi juga biasanya digunakan untuk
perantara komunikasi dari programmer menuju mesin, set instruksi biasanya berupa bahasa mesin yang digunakan sebagai jembatan komunikasi antara manusia dengan komputer.
Instruction Set Architecture ( ISA ) didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang
dapat dilihat oleh para pemrogram. Secara umum,ISA ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis register, mode pengalamatan, arsitektur memori, penanganan interupsi, eksepsi, dan operasi I/O eksternalnya.

2.    Operasi set instruksi untuk arithmetic :
1. ADD : penjumlahan 
2. SUBTRACT     : Pengurangan 
3. MULTIPLY      : Perkalian 
4. DIVIDE           :  Pembagian 
5. ABSOLUTE
6. NEGATIVE
7. DECREMENT
8. INCREMENT

 

3.    operasi arimetika berikut menggunakan format instruksi 3 alamat assembly dan hitung jumlah operasinya.

1)   (A x D)/(B – C)+E

MPY  Y,A,D                Y:=AXD    (1)

DIV   Y,Y,T                 Y:=Y/T       (2)

SUB  Y,B,C                Y:=B-C        (3)

ADD Y,Y,E                 Y:=Y+E       (4)

Memerlukan  4 kali operasi

2)   A / B – D / E + C

DIV Y,A,B                 Y:=A/B            (1)

SUB Y,Y,B                 Y:=Y-B            (2)

DIV  Y,D,E                Y:=D/E             (3) 

ADD Y,Y,C                Y:=Y+C            (4)

Memerlukan 4 kali operasi

3)   A / (B – D) + C

SUB Y,B,D               Y:=B-D            (1)

ADD Y,T,A                Y:=T/A            (2)

DIV   Y,Y,C                Y:=Y+C          (3)

Memerlukan 3 kali Operasi

4)   A / (B – D + C)

SUB   Y,B,D                Y:=B-D           (1)

ADD   Y,Y,C                Y:=Y+C          (2)

DIV     Y,T,A                Y:=T/A            (3)

Memerlukan 3 kali Operasi

5)   A + B / (C + D) x E

ADD    Y,C,D                   Y:=C-D             (1)

ADD    Y,A,B                    Y:=A+B            (2)

DIV      Y,B,T                    Y:=B/T              (3)

MPY    Y,Y,E                     Y:=YXE            (4)

Memerlukan 4 kali operasi

 

4.    Perbedaan translator compiler dan translator interpreter

Translator

Pengertian Translator

Translator Adalah suatu program dimana mengambil input sebuah program yang ditulis pada satu bahasa program (source language) ke  bahasa lain (The object on target language). Jika source language adalah high level language, seperti cobol, pascal, fortran maka object language adalah low-level language atau mesin language. Translator seperti ini disebut COMPILER.

Dibawah ini adalah macam-macam Translator :

Assembler

Compiler
Interpreter
A.compiler

Compiler

Compiler atau Kompilator merupakan sebuah program komputer yang berfungsi untuk menerjemahkan program komputer yang ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu menjadi program yang di tulis dalam bahasa pemrogrman lain salah satunya adalah C++, atau Compiler atau Kompilator adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengubah source code / kode pemrograman menjadi bahasa mesin agar dapat dijalankan oleh komputer.

Istilah Compiler biasah digunakan untuk program komputer yang menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (Contoh bahasa C++, Pascal, FORTRAN, Visual C#, COBOL, Visual Basic, Java, atau xBase) diterjemahkan menjadi bahasa mesin, biasanya menggunakan bahasa Assembly sebagai perantara. salah satu contoh Compiler dalam Bahasa C++ adalah Visual C++, GNU Compiler Collection (GCC) dan Borland C++.

Tahap Kompilasi:

Pertama source code (program yang ditulis) dibaca kememori computer).

Source code tersebut diubah menjadi objek code (bahasa Assembly).

Objek code di hubungkan dengan liberary yang dibutuhkan untuk membentuk file yang bisa dieksekusi.
Komplier memerlukan waktu untuk membuat suatu program dapat di eksekusi oleh computer, program yang dieksekusi oleh compiler adalah dapat berjalan lebih cepat disbanding program yang diperoduksi oleh interpreter, disamping itu juga bersifat independen.

Interpreter

Pengertian Interpreter

Interpreter adalah Perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. Perintah-perintah yang dibuat oleh programmer tersebut dieksekusi baris demi baris, sambil mengikuti logika yang terdapat di dalam kode tersebut.
Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi. Interpreter atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Juru Bahasa berbeda dengan Translator atau penterjemah dalam segi media yang dipakai untuk menerjemahkan. Interpreter akan menterjemahkan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran secara langsung atau orally sementara translator akan menerjemahkan bahasa sumber ke bahasa sasaran secara tertulis. Java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Hal ini menyebabkan source code Java yang telah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda.

 

1.       Perbedaan antara Compiler dengan Interpreter :

1)    Jika hendak menjalankan program hasil kompilasi dapat dilakukan tanpa butuh source code. Kalau interpreter butuh source code.

2)    Jika dengan kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam 2 tahap terpisah, yaitu parsing ( pembuatan kode objek ) dan linking ( penggabungan kode objek dengan library ) . Kalau interpreter tidak ada proses terpisah.

3)    JIka compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library.

4)    Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul ( sub-routine / program-program kecil ). Maka compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek dengan library yang diperlukan.

5)    Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau bahkan tidak bisa dioptimasikan.

5.    

Fase Fase compilasi sebagai berikut:
*Penganalisa Leksikal
Membaca program sumber,karakter demi karakter.Sederetan(satu atau lebih)karakter dikelompokkan menjadi satu kesatuan mengacu kepada pola kesatuan kelompok karakter(token) yang ditentukan dalam bahasa sumber.kelompok karakter yang membentuk sebuah token dinammakan lexeme untuk token tersebut.setiap token yang dihasilkan disimpan di dalam tabel simbol.sederetan karakter yang tidak mengikuti pola token akan dilaporkan sebagai token tak dikenal(unidentified token).
*Penganalisa Sintaks
memeriksa kesesuaian pola deretan token dengan aturan sintaks yang ditentukan dalam bahasa sumber. Sederetan token yang tidak mengikuti aturan sintaks akan dilaporkan sebagai kesalahan sintaks (sintax error).Secara logika deretan token yang bersesuaian dengan sintaks tertentu akan dinyatakan sebagai pohon parsing (parse tree).
Penganalisa Semantik
memeriksa token dan ekspresi dari batasan-batasan yang ditetapkan. Batasan-batasan
tersebut misalnya :
a. panjang maksimum token identifier adalah 8 karakter,
b. panjang maksimum ekspresi tunggal adalah 80 karakter,
c. nilai bilangan bulat adalah -32768 s/d 32767,
d. operasi aritmatika harus melibatkan operan-operan yang bertipe sama
*Pembangkit Kode Antara
membangkitkan kode antara (intermediate code) berdasar-kan pohon parsing. Pohon parse selanjutnya diterjemahkan oleh suatu penerjemah yang dinamakan penerjemah berdasarkan sintak (syntax-directed translator). Hasil penerjemahan ini biasanya merupakan perintah tiga alamat (three-address code) yang merupakan representasi program untuk suatu mesin abstrak. Perintah tiga alamat bisa berbentuk quadruples (op, arg1, arg2, result), tripels (op, arg1, arg2). Ekspresi dengan satu argumen dinyatakan dengan menetapkan arg2 dengan - (strip, dash).
*Pengoptimal kode
Melakukan optimasi (penghematan space dan waktu komputasi), jika mungkin,terhadap kode antara.
*Pembangkit Kode Mesin

Membangkitkan kode dalam bahasa target tertentu (misalnya bahasa mesin).

 

TUGAS MANDIRI 06 ORGANISASI DAN SISTEM KOMPUTER KAMPUS MILENIAL ITBI

Nama               : Junita Simanjuntak Kelas                : Pagi Prodi               : D3 Akuntansi         1.     Set ins...